Ketika Makar Menjadi Sebuah Wisata Kuliner

 Ketika Makar Menjadi Sebuah Wisata Kuliner



Wisata kuliner semakin diminati dengan didirikannya berbagai tempat kuliner yang unik. Salah satunya tempat kuliner yang bernama Warung Makar. Kata makar sendiri dipakai karena terinspirasi dari kata makar yang sedang hits pada tahun 2018. Sedangkan untuk makar dalam kata warung makar sendiri memiliki arti makanan rakyat.  

Warung makar berlokasi di pecinan, glodok. Dengan alamat lengkap di Jl. Pancoran No.10, RT.6/RW.6, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110. Menu yang dijual di warung ini salah satunya mie ayam.

Posisi dari warung makar sangat mudah untuk ditemukan. Saat kita mulai memasuki wilayah pecinan maka warung makar terletak di sebelah kanan jalan, di sebelah toko pantjoran tea house. Warung makar memiliki 2 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, yaitu di Glodok (sebagai pusat) dan gajah mada. 

Awalnya sebelum berdiri menjadi warung makan, tempat ini merupakan sebuah toko sepeda. Lalu berubah menjadi toko mesin ketik yang diberi nama toko karya teknik.  Toko ini merupakan tempat usaha turun temurun. Yang saat ini sedang dalam kepemilikan Arif Wijaya, dan hingga saat ini ia masih mengurusi mesin ketik. Dengan membuka jasa reparasi dan titip jual mesin ketik Meskipun saat ini teknologi semakin canggih. 


Seperti yang kita tahu, untuk keperluan mengetik saat ini sudah menggunakan komputer atau laptop. Meski demikian ia masih ingin membuka usaha tersebut meskipun dengan hasil yang tidak seberapa. Sampai-sampai pernah suatu waktu, kantor pajak pun sampai menyarankan untuk dipailitkan saja. Karena penghasilan yang didapatkan dari usaha mesin ketiknya tidak sebanding dengan pajak yang dibayarkan 

“Sampai saat ini saya masih mereparasi mesin ketik. Dulu jualan mesin ketik bisa beli mobil dan rumah, tapi sekarang mau buat makan aja rasanya sulit. Sampai-sampai kantor pajak menyarankan untuk dipailitkan saja. Karena rugi kan pendapatan tidak sesuai,” Jelas Pak Arif Wijaya.

Baru pada tahun 2018 ada seorang wirausaha yang bernama Lieus Sungkharisma. Ia yang merenovasi toko karya teknik menjadi warung makar. Dan sekarang ia menjadi pengelola warung makar saat ini. Walaupun sudah direnovasi, tetapi toko karya teknik masih buka, yang saat ini dikelola oleh pak Arif  Wijaya. Jadi dalam satu toko ada dua usaha, yakni warung makar yang menjual kuliner dan toko karya teknik yang mereparasi mesin ketik. 

Untuk segi interior dari toko ini, menggunakan konsep history desain yang digagas oleh Michael Sukarisma. Jika kita masuk ke dalamnya maka kita akan melihat ada beberapa lukisan pahlawan Indonesia dan kata-kata bijak mengenai pergerakan. Contohnya adalah ‘kejahatan akan menang bila orang benar tak melakukan apa-apa’. Dan banyak juga anak muda maupun orang tua yang berkunjung untuk makan dan minum disini. 

    mie makar

Untuk makanan dan minuman yang ditawarkan oleh warung makar cukup variatif. Dan untuk makanan seperti mie dan baso tidak mengandung babi, jadi halal. Menu andalan dari warung makar adalah mie ayam makar dengan ditemani es teh manis. Untuk kisaran harga menu di warung makar relatif murah, yaitu berkisar antara Rp.15.000 hingga Rp.35.000. 

Warung makar memiliki jam operasional dari pukul 09.00-19.00 WIB saat pandemi, sedangkan sebelum pandemi pukul 08.0-20.00 WIB. Jam operasional yang semakin sedikit ini tentunya mempengaruhi omset dari warung makar. “kalau sebelum pandemi omset kita bisa 20-30 pengunjung setiap harinya, tapi kalau kondisi corona sekarang ya minimal 10 pengunjung” ungkap Arif Wijaya. 

Karena pandemi, bagi yang ingin memesan makanan di warung makar. Bisa langsung datang ke tempat dengan menggunakan protokol kesehatan atau dapat melakukan pembelian secara online melalui aplikasi ojek online. Bagi warung makar, dengan adanya penjualan melalui online ini sangat membantu pemasukan, sehingga tidak tergantung kepada pengunjung yang datang langsung ke warung. Warung makar juga punya instagram, yaitu di @warung_makar. Warung ini cocok untuk kalian yang sedang mencari kuliner enak dan halal di wilayah pecinan, glodok. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat Ali bin Abi Thallib Bagi Penuntut Ilmu

Kecemasan Melanda Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Kala Pandemi

Ibadah Ramadhan yang bisa dilakukan di rumah aja

Syarat-syarat Wajib Puasa Ramadhan